Prediksi Kiamat yang Gagal

Ramalan yang belakangan ini terdengar adalah datangnya kiamat pada 21 Desember 2012, berdasarkan kalender suku Maya dan prediksi badai Matahari.

Sementara menunggu prediksi tersebut terbukti, telah banyak prediksi lain yang beredar dan gagal. Diwartakan Livescience, Selasa (3/1/2012), berikut adalah rangkuman 10 prediksi kiamat yang gagal :

1. Ayam Betina dari Leeds, 1806
Sejarah telah menghitung banyak contoh orang yang mendeklarasikan hari kembalinya Yesus Kristus sudah dekat. Namun, tidak ada yang keunikkannya menyerupai ayam betina dari Leeds ini. Pada 1806, seekor ayam betina penghuni kota di Inggris tersebut, menelurkan telur yang bertuliskan 'Yesus Kristus akan datang'.

Kabar tentang keajaiban tersebut segera menyebar, dan banyak orang menjadi yakin bahwa kiamat sudah dekat. Kemudian semua kehebohan berhenti saat seorang yang curiga pada telur tersebut, mengawasi ayam betina yang menelurkan telur ramalan itu dan memergoki orang lain yang menetaskan kabar bohong itu.

2. The Millerites, 23 April 1843 

Seorang petani New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari injil dengan seksama, menyimpulkan waktu kiamat yang dipilih Tuhan dapat diketahui melalui intepretasi terhadap kata-kata di kitab suci.

Dia menjelaskannya pada siapapun yang mau mendengar, bahwa kiamat akan datang di antara 21 Maret 1843 dan 21 maret 1844. Dia berkhotbah dan mempublikasikan cukup berita untuk menyebabkannya dapat memimpin ribuan pengikut, yang kemudian memutuskan hari kiamat terjadi pada 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan barang-barang milikinya, meskipun pada 23 April yang diramalkan, Yesus tidak datang dan kelompok mereka dibubarkan.

3. Kiamat versi Mormon, 1891 atau sebelumnya

 Joseph smith, pendiri gereja Mormon mengadakan rapat pemimpin gerejanya pada Februari 1835, untuk mengatakan pada mereka bahwa dirinya telah bicara dengan Tuhan. Dalam pembicaraan tersebut, dia mengetahui bahwa 56 tahun yang akan datang, Yesus akan kembali ke Bumi, dan kiamat akan segera dimulai.

4. Komet Halley, 1910 

Pada 1881, seorang astronom menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan, yang disebut cyanogen. Penemuan ini hanya sekilas saja menarik, sampai seseorang menyadari bahwa Bumi akan melintasi ekor komet Halley, pada 1910.

Halaman beberapa surat kabar saat itu, termasuk The New York Times",  mencetak spekulasi yang mempertanyakan, apakah orang-orang di Bumi akan bermandikan gas beracun, serta menimbulkan kecemasan yang menjalar di Amerika Serikat dan di luarnya. Kecemasan itu mereda setelah seorang ilmuwan menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

5. Pat Robertson, 1982
Pada May 1980, pengkhotbah yang biasa tampil di televisi sekaligus pendiri Christian Coalition Pat Robertson mengumumkan bahwa dia mengetahui kapan terjadinya kiamat.

Pada seluruh penonton acaranya, dia mengatakan, "Saya jamin, pada akhir 1982 akan terjadi penghakiman pada dunia."

6. Gerbang Langit, 1997
Saat komet Hale-Bopp nampak pada 1997, muncul sebuah desas-desus yang mengatakan sebuah pesawat alien mengikuti komet tersebut. Meskipun kabar tersebut dibantah oleh para astronom, radio paranormal Art Bell mempublikasikannya melalui talk show bernama "Coast to Coast AM."

Klaim ini menginspirasi sekte bernama Heaven's Gate (Gerbang Langit) untuk menyimpulkan bahwa dunia akan segera berakhir. 39 orang anggota sekte tersebut, akhirnya bunuh diri pada 26 Maret 1997.

7. Nostradamus, Agustus 1999
Tulisan-tulisan yang dibuat kabur dan metaforis oleh Michel de Nostrdame, telah menarik minat orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya telah diintepretasikan dengan sangat fleksibel, dan diterjemahkan dalam berlusin-lusin versi berbeda. Satu kwatrinnya yang paling terkenal mengatakan, "The year 1999, seventh month / From the sky will come great king of terror."

8. Y2K, 1 Januari 2000
Menjelang berakhirnya tahun 1999, banyak orang mulai khawatir bahwa komputer dapat menyebabkan kiamat. Masalah tersebut pertama kali disadari pada 1970, yaitu banyak komputer tidak akan mampu membedakan tahun 2000 dengan 1900. Tak banyak yang meyakini efek hal tersebut, tapi banyak sugesti tentang masalah kehancuran, mulai dari padamnya listrik secara massal sampai bencana nuklir.

9. 5 Mei 2000
Richard Noone, yang pada tahun 1997 menulis buku '5/5/2000 Ice : The Ultimate Disaster', meramalkan bahwa es di Antartika akan setebal tiga mil, pada 5 Mei 2000. Tanggal ini menandakan pergeseran Bumi menuju surga, sehingga membuat Bumi diselimuti oleh es.

10. Musim Gugur 2008
Menurut Ronald Weinland, menteri dari God's Church, hari kiamat telah dekat. Pada tahun 2006 dia menulis sebuah buku '2008 : God's Final Witness', menyatakan bahwa ratusan juta orang akan mati pada akhir 2006. Hanya ada jangka waktu maksimal 2 tahun sebelum dunia jatuh pada saat-saat terburuknya. Sedangkan pada musim gugur  2008, Amerika Serikat tidak lagi menjadi negara adidaya.

Menghitung Mundur Kiamat 2012

Kiamat dapat datang kapan saja, tanpa bisa diperkirakan tanggal pastinya, namun banyak juga orang yang memprediksi kiamat akan datang pada 2012. Prediksi tersebut sebagian besar dikaitkan dengan suku Maya, yang membuat hitungan kalendernya berakhir pada 21 Desember 2012. Sebagian besar yang lain berpendapat ilmiah, yaitu dengan mengaitkannya pada badai matahari raksasa, yang pengaruhnya diperkirakan sampai  ke permukaan Bumi.

Tidak ada yang bisa mendahului kehendak Tuhan, namun bila menelisik lebih jauh tentang Kiamat versi Maya maka badan antariksa AS NASA mempunyai versi Kiamatnya sendiri.

Berikut adalah rangkuman mengenai prediksi kiamat, versi suku Maya dan NASA :

Kiamat Suku Maya

Sebuah prasasti ditemukan di Kuil Maya Tortuguero yang membuat prediksi dari sebuah prasasti yang menyebutkan bahwa pada tanggal 21 Desember tahun 2012 dunia akan kiamat, dengan beberapa teori konspirasi akhir dari dunia yang ditelan sebuah lubang hitam, matahari, atau asteroid. Ini berkaitan dengan berakhirnya penanggalan yang dibuat suku maya, tepat pada tanggal tersebut.

Teori suku Maya ini dibantah oleh seorang ilmuwan yang menyebutkan, terdapat salah persepsi di naskah tersebut, yang ujungnya kiamat bukan terjadi di 2012.

Teori bantahan itu muncul dalam sebuah buku yang berjudul "Calendars and Years II: Astronomy and Time in the Ancient and Medieval World". Dalam buku tersebut disebutkan, akibat salah menafsirkan naskah Suku Maya, seharusnya 2012 bukan waktunya kiamat, tapi mundur 50 sampai 60 tahun setelahnya.

Salah satu tim peneliti profesor Gerardo Aldana dari dari University of California menyebutkan, adanya kesalahan korelasi data dan fakta. Katanya, Konstanta GMT seharusnya menafsirkan kata 'Chak Ek' sebagai 'Meteor', dan bukannya 'Venus'. Konstanta GMT sendiri merupakan teori yang menyebutkan adanya kiamat pada 21 Desember 2012. GMT sendiri diambil dari nama belakang para penafsir tersebut Joseph Goodman, Juan Martinez-Hernandez, dan J. Eric S. Thompson.

Bantahan lain datang dari seorang  Jerman, Sven Gronemeyer, yang mengatakan bahwa semuanya hanya bisa jadi kesalahan dalam membaca sebuah prasasti. Karena menurutnya, arti peninggalan suku Maya itu bisa jadi bukan kiamat, melainkan justru sebuah era baru, dunia yang baru.

"Dari beberapa kalimat yang sepenuhnya tidak terbaca, arsitektur suku Maya mempunyai referensi ke tahun 2012 menunjukkan transisi ke era baru dalam kalender Maya, dan bukan akhir dari dunia," urainya.

Penafsiran hieroglif oleh Sven Gronemeyer dari La Trobe University di Australia dipresentasikan untuk pertama kalinya di situs arkeologi Palenque di Meksiko selatan.

Komentarnya itu muncul kurang dari seminggu setelah Institut Arkeologi Meksiko mengakui ditemukan referensi kedua untuk tanggal 2012 dalam prasasti Maya. Gronemeyer telah mempelajari lempengan batu yang ditemukan tahun lalu di situs arkeologi Tortuguero di pantai Teluk Meksiko.

Dia mengatakan prasasti itu menggambarkan kembalinya Bolon Yokte yang merupakan gambaran dewa perang, akan turun ke Bumi pada akhir periode 400 tahun ke 13, yang dikenal sebagai baktuns,yang setara 21 Desember 2012. Prasati itu juga menceritakan, Bahlaw Ajaw, salah satu penguasa dewa ingin merencanakan perjalanan untuk turun ke Bumi.

Teks ini diukir sekitar 1.300 tahun yang lalu. Batu prasasti tersebut telah retak, sehingga membuat bagian akhirnya hampir tidak terbaca. Gronemeyer mengatakan prasasti mengacu pada akhir siklus 5.125 tahun sejak awal kalender Hitungan Panjang Maya di 3113 SM.

Hingga kini kalender kiamat Suku Maya masih menjadi perdebatan. Tetapi beberapa orang memang mempercayainya dan banyak pula yang menentangnya. Namun penemuan terakhir oleh Gronemeyer tersebut, telah mengungkapkan suku Maya tidak meramalkan kiamat, tapi munculnya sebuah era baru.

Kiamat NASA

Desas-desus mengenai ramalan suku Maya tentang akhir dunia, membuahkan banyak penelitian mencoba membongkar ramalan salah satu suku di Amerika Latin ini. Kali ini ramalan tersebut dihubungkan dengan fenomena alam 'ledakan matahari', yang dikatakan dapat mengganggu jaringan komunikasi di seluruh penjuru Bumi.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), membenarkan pada 2012 dapat terjadi ledakan matahari. Namun, menurut Dr Alex Young, Heliophysicist di NASA Goddard Space Flight Center, kita tidak perlu khawatir tentang gejolak matahari selama beberapa miliar tahun ini, termasuk pada tahun 2012.

"Kami memahami matahari cukup baik, dengan semua teknologi, semua ilmu pengetahuan serta semua pesawat ruang angkasa milik kita yang mengawasi selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, agar dapat mengetahui bahwa badai super yang akan menghancurkan Bumi tidak akan pernah terjadi," terangnya.

Baru-baru ini para ilmuwan pun telah memperingatkan mengenai adanya Badai Matahari mulai 28 Desember 2011, selama tiga hari ke depan. Bila langit cerah, partikel badai matahari yang akan menabarak matahari akan menghasilkan Northern Lights atau Aurora yang menakjubkan. Peningkatan aktivitas matahari biasa terjadi, sedangkan siklusnya terjadi setiap 11 tahun sekali.

The National Oceanic and Atmospheric Administration’s Space Weather Prediction Center mengatakan, badai geomagnetis kategori G1 (minor) terjadi 28 dan 29 Desember karena tibanya beberapa kali CME (Coronal Mass Ejection). Sedangkan gangguan sinyal radio kategori R1 (minor) terjadi hingga 31 Desember.

Siklus CME mengandung miliaran ton gas yang meledak dengan radiasi sinar X serta ultra violet. Radiasi ini dipancarkan ke luar angkasa dengan kecepatan sekitar 5 juta mil per jam. CME mempunyai tikngkat panas yang tinggi, yang mencapai sekira 100 juta derajat Celcius.

Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), badai Matahari tersebut masih kelas ringan, jadi bisa dikatakan tidak berbahaya bagi manusia.

Peneliti Lapan Thomas Jalalludin mengatakan, tidak ada badai matahari kuat sampai saat ini, hanya yang kecil-kecil saja. Menurut Thomas, sebenarnya badai matahari tidak akan memiliki dampak terhadap manusia, karena Bumi dilindungi oleh lapisan magnet dari partikel-partikel matahari yang berbahaya.

“Namun yang terkena dampaknya adalah sistem teknologi yang ada di antariksa, seperti satelit.  Tingkat kerentanan meningkat dengan banyaknya teknologi yang berbasis satelit, seperti sistem navigasi dan perbankan,” terang Thomas.

Selain sistem teknologi, menurutnya komunikasi radio gelombang pendek dan daerah-daerah di sekitar kutub juga akan kena dampaknya. “Daerah di dekat kutub harus mewaspadai jaringan listrik, karena bisa terjadi kerusakan pada transformatornya,” tandasnya.

Puncak badai matahari diperkirakan akan terjadi pada 2013, meskipun dikatakan juga puncak badai tersebut bisa saja terjadi sebelum atau setelahnya. Menurut Thomas, pada pertengahan pertengahan 2013, frekuensi badai matahari yang terjadi meningkat. Tapi belum tentu kekuatan dari badai tersebut semakin kuat.

Thomas juga menjelaskan bahwa badai matahari itu terdiri dari beberapa kelas, yaitu kuat (ekstrim), medium dan rendah. Sedangkan badai Matahari yang terjadi pada 25 dan 26 Desember lalu, merupakan kelas medium, namun tidak terlalu berdampak ke Bumi.